Apa Itu IELTS? Ini 6 Hal Dasar yang Harus Kamu Ketahui

Mengetahui seputar IELTS secara umum

Apa itu IELTS? IELTS yang merupakan singkatan dari International English Language Testing System) merupakan tes berskala internasional yang berfungsi untuk mengevaluasi kemampuan berbahasa Inggris dari penutur asli bahasa lain. Calon mahasiswa yang tak berasal dari negara-negara berbahasa Inggris, namun mau berkuliah di sana, harus mampu menunjukkan kemampuannya dalam berbahasa Inggris. Sertifikasi IELTS merupakan salah satu cara paling umum yang bisa ditempuh untuk menunjukkan hal tersebut. 

Setiap institusi memiliki standar skor IELTS minimum yang berbeda-beda untuk para calon mahasiswanya. IELTS memiliki tiga versi tes yang berbeda-beda, yaitu Academic, General Training, dan UKVI atau Life Skill. Calon mahasiswa yang mau mendaftar di universitas, harus mengambil tes Academic. Sedangkan General Training dimaksudkan untuk tujuan profesional, misalnya seperti visa pekerja. Terakhir, UKVI ditujukan untuk mereka yang mau mendapatkan izin tinggal di Inggris. 

Mengenal lebih dalam mengenai struktur tes IELTS

Setelah mengetahui apa itu IELTS secara keseluruhan, saatnya mengenal lebih dalam tentang struktur tes IELTS. Tes IELTS dalam versi Academic dan General Training terdiri dari serangkaian tes yang dirancang untuk menilai kompetensi kamu dalam mendengar, membaca, menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris. Kedua versi tersebut memiliki format tes yang sama sekali mirip. 

Tes mendengarkan adalah tes paling pertama dalam IELTS di mana kamu akan mendapatkan 40 soal untuk dikerjakan selama 30 menit dan waktu ekstra selama 10 menit untuk mentransfer jawaban ke lembar jawaban yang dibagikan. Selanjutnya adalah tes membaca, di mana kamu akan mendapatkan waktu 60 menit untuk menyelesaikan 40 soal. Bagian ini terdiri dari tiga teks panjang, mulai dari bacaan yang bersifat deskriptif sampai analitis, diambil dari berbagai buku, jurnal, majalah dan koran.

Lalu ada tes menulis, di sini waktu tes akan berlangsung selama 60 menit. Kamu akan diminta untuk mengerjakan dua jenis task (tugas) yang berbeda. Di Task 1, kamu diminta untuk mendeskripsikan, menyimpulkan, atau menjelaskan informasi yang terkandung dalam grafik dengan bahasamu sendiri. Sedangkan di Task 2 kamu akan diminta untuk menuliskan esai berisikan pandangan atau argumen mu terhadap sebuah isu. 

Terakhir, tes berbicara. Struktur tes ini biasanya adalah bagian perkenalan selama 5 menit, presentasi topik selama 4 menit, dan diskusi selama 5 menit. Di bagian perkenalan, penguji akan menanyakan hal tentang dirimu seperti hobi, keluarga, dan lainnya. Pada bagian presentasi topik, kamu akan diberikan secarik kertas bertuliskan suatu topik dan poin apa saja yang perlu kamu bahas. Selanjutnya kamu akan diberikan waktu 1 menit untuk mempersiapkan diri dan dipersilakan berbicara selama 2 menit. Di bagian diskusi, penguji akan mengajukan pertanyaan lebih dalam mengenai topik yang baru saja kamu bahas, dan kamu akan diminta memberikan pendapat atau argumen. Kamu akan berhadapan dengan native speaker sebagai penguji di sesi ini.  

Mengetahui sistem skor pada IELTS

Mengetahui apa itu IELTS sudah, mengenal strukturnya juga sudah. Selanjutnya, kita beralih ke sistem skoring pada IELTS. Hasil tes IELTS akan dikeluarkan penyelenggara dalam bentuk dokumen satu halaman berisikan skor keseluruhan dan skor masing-masing section. Skor IELTS berkisar antara 0-9 dengan selisih kenaikan nilai 0,5. Dari keempat section (reading, listening, writing, speaking) dihitung skor rata-rata yang akan menjadi skor keseluruhan. Umumnya kamu dianggap berkompetensi baik jika memperoleh skor 5,5 hingga 7, meskipun tiap universitas memiliki standar yang berbeda-beda. 

Untuk jenjang S1, skor minimum adalah 5,5-6,5 sedangkan program S2 membutuhkan sekitar 6-7,5 tergantung syarat dari masing-masing universitas. Tapi perlu diperhatikan bahwa beberapa universitas juga menerapkan nilai spesifik untuk bagian tertentu. Misalnya, meskipun kamu mendapatkan nilai keseluruhan 7, tapi ada salah satu dari empat section yang mendapatkan nilai 5, maka universitas tidak akan meloloskan aplikasi kamu.

Ketersediaan tes IELTS

Tes IELTS biasanya diselenggarakan hingga 4 kali per bulan dan sekitar 48 kali dalam setahun di pusat-pusat tes IELTS yang tersebar di seluruh dunia. Sertifikasi bahasa Inggris IELTS dapat diambil oleh siapa saja dan tanpa syarat apapun. Ada sekitar 1.100 pusat tes IELTS di 140 negara. Untuk mengetahui ketersediaan lengkapnya, kamu bisa mengecek langsung melalui situs resmi IELTS.  

Keakuratan skor tes IELTS dalam menentukan kemampuan berbahasa Inggris

Pengawasan IELTS memiliki proses kontrol kualitas yang ketat dari kedua komponen utamanya, komponen ujian dan prosedur penilaian. Tes bahasa Inggris IELTS juga dikembangkan melalui beberapa tahap pengembangan pengujian yang rumit. Mulai dari commissioning, pre-editing, editing, pre-testing, standard fixing, test construction, dan grading. Perhitungan skor juga menggunakan teknik yang sangat canggih seperti Cronbach’s Alpha.

Ditambah lagi, para penguji tes IELTS harus  melalui proses pelatihan tatap muka dan sertifikasi yang ketat serta memperbarui sertifikasi tersebut dua tahun sekali. Kesimpulannya, kredibilitas dan keakuratan IELTS dibangun tidak hanya oleh pola ujian atau fakta bahwa itu adalah ujian kemahiran bahasa yang diterima secara global. Tingkat keakuratannya justru terlihat dari betapa panjang dan rumit proses pembuatan soalnya, serta betapa ketat penilaian terhadap hasil tes tersebut. 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: