Berapa Banyak Kata yang Harus Ditulis pada Esai IELTS Writing?

ielts writing - edu2review

Para calon peserta tes IELTS pastinya sudah tahu bahwa dalam IELTS writing, kamu akan diminta untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dengan menuliskan jawaban dalam bentuk esai.

Umumnya dalam tes IELTS, bagian writing alias menulis terbagi menjadi dua soal.

Soal pertama atau task 1 akan meminta peserta untuk menulis laporan berdasarkan grafik, bagan, atau diagram yang diberikan.

Soal kedua atau task 2 akan meminta peserta untuk menuliskan esai berdasarkan topik yang diberikan. 

Informasi di atas umumnya sudah diketahui oleh kamu yang hendak mengambil sertifikasi IELTS. 

Namun, masih banyak calon peserta yang mempertanyakan hal ini:

“Apakah saya akan mendapatkan band score lebih besar jika esai yang ditulis lebih panjang?”

“Berapa banyak seharusnya jumlah kata yang ditulis pada esai IELTS Writing?”

5 hal penting yang harus diketahui tentang panjang pendeknya esai yang akan ditulis

Ada sejumlah hal yang harus kamu ketahui terlebih dahulu mengenai panjang pendek dari esai yang akan kamu tulis nanti. 

Selengkapnya, simak terus artikel ini sampai habis!

1. Kamu tentu harus menulis lebih dari 250 kata

Pertama-tama, setiap peserta akan diberi instruksi mengenai minimal kata yang harus ditulis, yaitu sebanyak minimal 250 kata.

Lantaran instruksi mengatakan demikian, kamu tentunya harus mengikuti aturan yang diberikan.

Jangan sampai kata-kata pada esai yang kamu tulis jumlahnya kurang dari 250 kata, karena tentu hal tersebut akan menjadi masalah. 

Sebab, penguji akan mengecek dan menghitung berapa banyak kata-kata yang kamu tulis. 

2. Kamu tidak akan mendapatkan nilai lebih baik jika menuliskan lebih dari 250 kata

Dalam ujian di universitas, mungkin kamu terbiasa memperpanjang kata-kata yang ditulis karena dosen akan memberikan nilai tambahan akan usahamu tersebut.

Namun, lain halnya pada tes bahasa Inggris IELTS. 

Cara tersebut tidak akan berlaku, karena para penguji tidak mencari jawaban yang panjang, melainkan jawaban yang relevan. 

Baca juga: Apa yang Harus Ditulis dalam Tes IELTS Writing?

3. Ingat, kamu hanya punya waktu sebanyak 35 menit untuk menyelesaikan IELTS writing

Pada sesi tes writing IELTS, kamu hanya diberikan waktu sebanyak 40 menit. Tapi jangan lupa, 5 menit pertama mungkin akan habis untuk mencari ide tulisan. 

Kamu harus melihat pernyataan yang diberikan kepadamu, lalu menganalisisnya, dan merencanakan ide yang relevan untuk menjawab pernyataan tersebut.

Sangat penting untuk memikirkan jawabanmu matang-matang, sehingga mungkin kamu akan hanya memiliki waktu kurang lebih sebanyak 35 menit untuk menulis esaimu tersebut.

Inilah kenapa menulis esai panjang tidak akan efektif secara waktu.

Lagipula penguji tidak akan menilai itu, jadi buang jauh-jauh pikiran untuk membuat esai dengan kata-kata yang berbunga-bunga agar tulisanmu bisa terlihat lebih panjang. 

4. Nilai akan berkurang jika kamu menulis jawaban yang tidak relevan dan di luar topik

Hal ini kerap terjadi pada peserta yang menulis esai terlalu panjang. 

Kebanyakan dari mereka akan menambahkan informasi-informasi yang justru tidak relevan, atau bahkan keluar dari topik.

Dalam tes bahasa Inggris IELTS, kamu bisa mendapatkan pengurangan nilai apabila hal ini terjadi. 

Merupakan ide yang sangat buruk jika kamu menulis lebih dari 300 kata namun informasi yang hendak ditulis bukanlah informasi yang relevan atau masih dalam topik yang sama.

Lebih baik menghindarinya kan daripada usahamu malah sia-sia?

5. Cukup beri target menulis 260-280 kata saja

Apabila kamu memang mau memperpanjang tulisanmu, idealnya tuliskan jawabanmu di kisaran 260-280 kata. 

Jumlah kata-kata tersebut sudah cukup untuk mengembangkan ide utama, agar kamu bisa mendapatkan band score lebih tinggi. 

Hal yang Harus Ditulis dalam Tes IELTS Writing?

Di dalam tes IELTS writing, terdapat dua bagian yaitu writing task 1 dan writing task 2.

Di dalam writing task 1, kamu akan diuji untuk menggambarkan dan melaporkan data yang disertakan berupa diagram.

Sifat IELTS writing task 1 ini lebih ke essay yang berisi pelaporan, jadi pastikan di dalam writing task 1 ini kamu tidak menuliskan opini pribadi.

Jika pada writing task 1 kamu disuruh untuk menulis hal hal yang sifatnya faktual, ini tentu berbeda dengan writing task 2.

Di mana kamu diperintahkan untuk membangun sebuah argumen dan opini yang valid mengenai suatu topik yang sudah ditentukan.

Semoga informasi di atas bisa bermanfaat untukmu ketika mengikuti tes IELTS writing nanti!

Temukan juga artikel lainnya seputar tips IELTS hanya di Edu2Review Indonesia

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: