Kursus Bahasa Inggris di Sidatapa, Bali, Bayarnya Cukup Pakai Sampah Plastik!

kursus bahasa inggris -Edu2Review
Ilustrasi kursus bahasa Inggris di Sidatapa -Edu2Review

Ketika populasi dunia terus bertambah, demikian pula jumlah sampah yang dihasilkan manusia juga meningkat.

Hal ini disebabkan karena gaya hidup saat bepergian yang membutuhkan produk sekali pakai, seperti kaleng soda atau botol air.

Kami di sini akan membagikan kepada kamu tentang pengalaman kursus Bahasa Inggris Bali yang unik, karena menggunakan sampah plastik untuk membayar biayanya.

Yap, jika sebelumnya Edu2Review sudah membahas beberapa rekomendasi tempat les bahasa Inggris di berbagai daerah, seperti kursus bahasa Inggris Jogja salah satunya, di kesempatan ini, tempat kursus yang akan dibahas berbeda!

Sebab, alat pembayaran untuk biaya kursus ini bukan menggunakan uang, melainkan menggunakan sampah plastik. Sebelum itu, mari kita simak pembahasan di bawah ini.

Berbagai Penyebab Sampah Plastik

Sementara memecahkan masalah pencemaran plastik mungkin tampak semudah hanya menerapkan daur ulang atau membersihkan botol kosong.

Kenyataannya adalah plastik yang menyebabkan pencemaran dapat berkisar dari ukuran besar hingga mikroskopis.

Sampah Tua Polos

Plastik ada di mana-mana, bahkan pada barang-barang yang mungkin tidak kamu harapkan.

Karton susu dilapisi dengan plastik, botol-botol air dibagikan ke mana-mana, dan beberapa produk bahkan mengandung manik-manik plastik kecil.

Setiap kali salah satu dari barang-barang ini dibuang atau dicuci tenggelam, polutan beracun memiliki lebih banyak kesempatan untuk masuk ke lingkungan dan membahayakan.

Terlalu Sering Digunakan

Karena plastik lebih murah, ini adalah salah satu barang yang paling banyak tersedia dan digunakan secara berlebihan di dunia saat ini.

Ketika dibuang, itu tidak mudah terurai dan mencemari tanah atau udara di dekatnya saat terbakar di udara terbuka.

Membuang Plastik dan Sampah

Ini mungkin terdengar agak membingungkan, tetapi karena plastik dimaksudkan untuk bertahan, hampir tidak mungkin rusak.

Plastik yang terbakar sangat beracun, dan dapat menyebabkan kondisi atmosfer yang berbahaya dan penyakit mematikan.

Nah, kita sudah mengetahui penyebab dari merebaknya sampah plastik di masyarakat. Kita tahu bahwa banyak cara penanganan dari hal ini.

Dan salah satunya menjadikan sampah plastik sebagai alat pembayaran dalam pendidikan seperti kursus Bahasa Inggris di Bali.

Di bawah ini kami sudah sediakan informasinya.

Seperti Apa Kursus Bahasa Inggris Bali, di Sidatapa?

Sebagai salah satu desa Bali di Buleleng, Desa Sidatapa, Kabupaten Banjar sering dikunjungi oleh wisatawan asing. Sayangnya, di tengah serbuan wisatawan yang datang.

Warga setempat sebenarnya tidak begitu lancar berbahasa asing, terutama bahasa Inggris. Kondisi ini segera ditangani dengan pendirian Sidatapa English Corner (SEC).

Melalui sejumlah relawan muda desa setempat yang dipimpin oleh Komang Rena, kelompok studi Sidatapa English Corner dibentuk setahun yang lalu.

Meskipun keberadaannya diragukan, setiap hari jumlah peminat dari kelompok studi ini meningkat.

Meskipun program SEC baru berjalan selama satu tahun, dampak positif sudah mulai terlihat. Itu ditandai dengan semakin fasihnya anak-anak berbicara dalam bahasa Inggris, terutama dengan turis yang mengunjungi Sidatapa.

Sebagaimana diceritakan oleh Pendiri SEC, pesertanya adalah siswa dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan bahkan sekolah menengah di Sidatapa.

Peserta yang antusias, kata Rena, tergolong tinggi. Meski terkendala oleh fasilitas belajar, mereka tetap antusias dalam belajar bahasa Inggris.

Menariknya, peserta kursus yang ingin bergabung dengan SEC tidak dikenai biaya.

Mereka hanya perlu membawa sampah plastik yang mereka kumpulkan di lingkungan rumah mereka. Sampah plastik tersebut kemudian disimpan ke relawan untuk dihancurkan.

Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mengikuti kursus bahasa Inggris Bali di Sidatapa? Langsung saja, kunjungi media sosial mereka untuk mengetahui informasi selengkapnya! 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: