Seberapa Akurat Tes IELTS dalam Menentukan Kemampuan Berbahasa Inggris?

IELTS adalah salah satu tes kemampuan bahasa Inggris yang paling populer saat ini. Selain populer, IELTS juga diterima secara global. Terbukti, pada tahun 2017 IELTS tercatat memiliki lebih dari 2,9 juta peserta tes di seluruh dunia, tes bahasa Inggris IELTS menjadi tolok ukur kemampuan berbahasa Inggris seseorang oleh lebih dari 10.000 organisasi di 140 negara. Baik itu untuk sekolah, universitas, lembaga profesional, dan otoritas imigrasi.

IELTS menguji empat keahlian dalam berbahasa Inggris yaitu membaca (reading), mendengar (listening), menulis (writing) dan berbicara (speaking) yang terbagi menjadi empat section atau bagian. Dengan minimum skor tertentu, IELTS dijadikan kewajiban oleh penyedia beasiswa dan hampir seluruh universitas di negara berbahasa Inggris sebagai salah satu syarat pendaftaran. Mungkin sebagian besar dari kamu sudah mengetahui apa itu IELTS. Tetapi, apakah kamu juga sudah tahu seberapa akurat tes dan sertifikasi bahasa Inggris IELTS untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berbahasa Inggris?

7 hal yang membuktikan kredibilitas tes bahasa Inggris IELTS dalam menentukan kemampuan seseorang

1. Pengawasan yang ketat pada pengujian dan penilaiannya

Pengawasan IELTS memiliki proses kontrol kualitas yang ketat dari kedua komponen utamanya, komponen ujian dan prosedur penilaian. Selain itu, ujian diadakan cukup lama, bahkan hingga 4 jam. Hal ini membuat para penguji dapat menilai kemampuan berbahasa Inggris para peserta tes lebih dalam lagi. Para peserta pun dapat menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnya. Inilah salah satu alasan kenapa IELTS dapat diandalkan untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris seseorang.

2. Proses pengembangan tes bahasa Inggris IELTS melalui tahapan-tahapan rumit

Tes IELTS dikembangkan melalui beberapa tahap pengembangan pengujian yang rumit. Mulai dari commissioning, pre-editing, editing, pre-testing, standard fixing, test construction, dan grading. Belum lagi, tes IELTS dirancang oleh warga Australia, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika, yang mencoba membangun pendekatan bahasa Inggris sesuai dengan istilah yang digunakan pada iklan, koran, buku, dan perusahaan di negara masing-masing. Hal ini dibuat agar adil bagi semua peserta tes, terlepas dari apapun latar belakang mereka.

3. Banyak pertimbangan faktor kesulitan pada keempat komponen tes bahasa Inggris IELTS

Ujian untuk keempat komponen dalam tes IELTS memiliki beberapa faktor yang dipertimbangkan. Beberapa faktor tersebut di antaranya adalah tingkat kesulitan rata-rata dari tes, berbagai kesulitan dari tiap pertanyaan, berbagai kemampuan bahasa Inggris yang diujikan, keseimbangan dari tipe tes, berbagai perspektif budaya, dan berbagai aksen dalam bagian Listening (mendengarkan).

4. Data dikumpulkan langsung ketika tes sedang berlangsung

Dilansir dari Ielts.org dalam “How We Developed The Test”, data dikumpulkan secara rutin saat tes sedang berlangsung, dan dianalisis untuk memastikan keakuratan proses penilaian awal dan untuk mendukung proses jaminan kualitas.

5. Penguji memeriksa hasil ujian satu per satu

Untuk memeriksa hasil writing, penguji harus membaca satu per satu tulisan tangan para peserta ujian. Sementara untuk menguji speaking, mereka juga harus mewawancarai dan merekam ucapan peserta satu per satu.

6. Perhitungan skor menggunakan teknologi canggih

Teknik yang sangat canggih seperti Cronbach’s Alpha digunakan untuk mengukur estimasi keandalan modul 06 IELTS (Listening, Academic Reading, General Training Reading, Academic Writing, General Training Writing, dan Speaking).

7. Penguji harus melalui tahapan pelatihan yang ketat

Baik itu IELTS akademik atau IELTS general, para penguji harus melalui proses pelatihan tatap muka dan sertifikasi yang ketat. Ditambah lagi, para penguji harus memperbarui sertifikasi tersebut dua tahun sekali. Hasil tes para peserta pun diperiksa ulang. Misalnya pada komponen speaking. Rekaman tes speaking peserta akan dipantau langsung oleh Professional Support Network [PSN]. Penilaian dari para penguji pun akan diawasi ulang untuk memastikan bahwa hasil penilaian tersebut sudah cukup kredibel dan akurat.

Tes bahasa Inggris IELTS sangat akurat dan kredibel untuk menentukan kemampuan bahasa Inggris seseorang

Singkatnya, kredibilitas dan keakuratan IELTS dibangun tidak hanya oleh pola ujian atau fakta bahwa itu adalah ujian kemahiran bahasa yang diterima secara global. Tingkat keakuratannya justru terlihat dari betapa panjang dan rumit proses pembuatan soalnya, serta betapa ketat penilaian terhadap hasil tes tersebut.

Berencana untuk melakukan tes bahasa Inggris IELTS? Ketahui dulu 4 komponennya

IELTS menguji empat keahlian dalam berbahasa Inggris yaitu membaca (reading), mendengar (listening), menulis (writing) dan berbicara (speaking) yang terbagi menjadi empat section atau bagian. Di bagian reading yang terdiri dari 40 soal, biasanya terdapat teks panjang berisikan topik akademis yang diambil dari jurnal, buku atau surat kabar. Bagian listening juga terdiri dari 40 soal di mana kamu akan mendengarkan 4 rekaman dan kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan.

Masing-masing bagian memiliki penilaiannya sendiri. Sebagai contoh, di listening section, jika kamu berhasil menjawab 39 soal dengan benar, maka band atau skor kamu untuk bagian ini adalah 9. Di bagian reading, jika kamu hanya berhasil menjawab 30 soal dengan benar dari 40 soal, band kamu adalah 7. Sementara penilaian untuk bagian writing dan speaking berbeda. Pada writing section, penilai akan memakai kriteria seperti task achievement, koherensi dan kohesi, perbendaharaan kata, serta akurasi penggunaan grammar. Kemudian untuk speaking section, yang dinilai adalah kelancaran dan kohesi, perbendaharaan kata, akurasi penggunaan grammar, dan pelafalan.

Hasil tes IELTS akan dikeluarkan penyelenggara dalam bentuk dokumen satu halaman berisikan skor keseluruhan dan skor masing-masing section. Skor IELTS berkisar antara 0 – 9 dengan selisih kenaikan nilai 0,5. Dari keempat section (reading, listening, writing, speaking) dihitung skor rata-rata yang akan menjadi skor keseluruhan. Umumnya kamu dianggap berkompetensi baik jika memperoleh skor 5.5 hingga 7.

Bagaimana, apakah kamu sudah siap untuk melakukan tes IELTS?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: