Tes TOEFL ITP, Tes Terjangkau Untuk Uji Skill Bahasa Inggrismu!

Logo Toefl ITP

Ketika mencari informasi TOEFL, kamu bakal tahu kalau tes kemampuan berbahasa ini dibagi jadi beberapa jenis. Klasifikasi tersebut bakal membantumu menemukan jenis TOEFL yang sesuai dengan kebutuhan, karena ada syarat atau ketentuan tertentu yang memerlukan hasil TOEFL yang lebih spesifik. 

Dari sekian jenis TOEFL yang sudah diselenggarakan, kamu bisa mengikuti TOEFL ITP (Institutional Testing Program). Lantas, untuk apa test ini ditujukan? Adakah perbedaannya dengan TOEFL lain?

Tes TOEFL ITP dan kemampuan yang diuji

Secara garis besar, TOEFL ITP sama seperti jenis TOEFL lainnya, yakni tes yang bakal menguji kemampuanmu berbahasa Inggris. Akan tetapi, TOEFL ITP cuma bisa diikuti peserta yang memakai bahasa Inggris untuk institusi tertentu. Kemudian, karena pemakaiannya hanya dibatasi untuk kebutuhan internal, hasil tes TOEFL ITP tak berlaku untuk sejumlah aplikasi, misalnya saja pengajuan beasiswa. 

Kemudian, kamu yang memilih TOEFL ITP hanya akan mengikuti tes untuk tiga keterampilan, yaitu:

Listening Comprehension

Pada sesi Listening Comprehension, peserta akan menerima soal-soal yang menguji kemampuan berbahasa Inggris dari segi lisan. Kumpulan soal dalam sesi ini dibagi menjadi tiga jenis: percakapan pendek, percakapan panjang, serta monolog panjang. Dengan Listening Comprehension, kamu bakal mengetahui sejauh mana daya tangkap menyimak dan memahami konteks materi yang disampaikan.

Structure and Written Expression

Memasuki sesi kedua, kamu akan menghadapi kumpulan soal yang bakal mengukur kemampuan mengenali struktur dan tata bahasa sesuai standar bahasa Inggris. Soal-soal dalam Structure and Written Expression akan dibagi dua, yakni pilihan ganda dan pilihan jawaban salah (true or false). Di sini, kamu harus benar-benar menguasai keterampilan mengidentifikasikan grammar bahasa Inggris.

Reading Comprehension

Ketiga, ada Reading Comprehension yang bakal mengetes kemampuan peserta dalam membaca sekaligus memahami bacaan akademis. Banyak peserta yang meremehkan keterampilan ini, padahal ada sejumlah soal yang akan ‘menjebak’ mereka kalau tak hati-hati saat menganalisisnya. Jadi, kamu harus memanfaatkan waktu yang disediakan sebelum menentukan jawaban.

Masa berlaku dan biaya mengikuti TOEFL ITP

grammar bahasa inggris

Seperti jenis TOEFL lain, hasil TOEFL ITP juga punya masa kedaluwarsa yang harus kamu perhatikan. Rata-rata masa berlaku tes TOEFL ITP adalah dua tahun sejak diterbitkannya sertifikat TOEFL ITP. Kalau masanya sudah berakhir, kamu harus segera memperbaruinya dengan mengikuti tes yang sama. Karena kalau sampai menyertakan sertifikat ‘basi’, pengajuan yang kamu lakukan berisiko ditolak.

Bagaimana dengan kisaran biayanya? Kalau kamu bandingkan dengan jenis TOEFL lain, biaya yang dikenakan buat ikut tes ini relatif terjangkau, dari Rp400.000 sampai Rp550.000. Namun, nominalnya bisa berbeda, tergantung tempat kamu mendaftar. Meski begitu, harga yang ditetapkan untuk tes TOEFL ITP biasanya sudah termasuk sertifikat yang diterbitkan di akhir.

Perbedaan Tes TOEFL ITP dengan Tes TOEFL PBT

Karena sering diselenggarakan institusi atau lembaga yang sama, banyak peserta yang menyamakan TOEFL ITP dengan TOEFL PBT. Sekilas, keduanya memang punya kesamaan dari segi materi. Namun, jangan sampai hal tersebut membuatmu salah pilih TOEFL. Akibatnya, kamu bakal mengorbankan waktu, tenaga, dan pastinya biaya.

Sebagai perbandingan, TOEFL PBT (Paper Based Test) mempunyai empat jenis tes. Tiga di antaranya sama dengan TOEFL ITP, hanya saja ditambahkan dengan tes Writing untuk menguji kemampuanmu menulis dalam bahasa Inggris. Kemudian, cakupan TOEFL PBT juga lebih luas karena sifatnya umum. Beda dengan TOEFL ITP yang lebih eksklusif.

Perbedaan lainnya yang bakal kamu jumpai dari TOEFL PBT dan TOEFL ITP adalah cara mengikuti tesnya. Sesuai namanya, TOEFL PBT masih mengharuskan peserta untuk datang ke lokasi, entah di sekolah, universitas, tempat kursus, atau lembaga bahasa Inggris. Sementara TOEFL ITP sudah punya opsi tes TOEFL ITP online yang bisa kamu akses lewat lembaga seperti universitas, lembaga bahasa, atau institusi tertentu.

Kesimpulannya, TOEFL PBT ditujukan untuk kamu yang memerlukan sertifikat TOEFL berskala umum, sedangkan TOEFL IPT bisa diambil untuk kebutuhan yang lebih spesifik. 

Memahami seluk beluk tes TOEFL sangatlah berguna untuk karir dan akademismu, silahkan simak artikel TOEFL yang lainnya berikut ini

Fungsi dan pemakaian Tes TOEFL ITP

Supaya lebih paham dengan fungsinya, kamu harus mengetahui pemakaian TOEFL ITP yang tepat. Pelaksanaan TOEFL ITP biasanya dilakukan untuk hal-hal berikut:

  • Mengamati kemampuan siswa

Banyak sekolah yang memilih TOEFL ITP untuk sekadar memantau kemampuan para siswa dalam berbahasa Inggris. Terutama kalau sekolah tersebut mewajibkan siswa mengikuti TOEFL untuk membantu mereka mengajukan beasiswa atau daftar ke universitas. Jika hasilnya sudah sesuai target, sekolah bisa meneruskannya ke TOEFL PBT, iBT, dan tes sejenis.

  • Penempatan di lembaga atau tempat kursus

Sejumlah lembaga atau tempat kursus mengadakan tes online TOEFL ITP untuk menempatkan calon peserta sesuai kemampuan mereka. Pasalnya kalau sampai peserta ditaruh di level yang terlalu tinggi, mereka bakal kesulitan buat memahami materi. Begitu juga kalau peserta mengikuti level rendah sementara mereka sudah lihai, pasti mereka akan cepat bosan.

  • Salah satu syarat masuk universitas dalam negeri

Sertifikat TOEFL ITP memang tak bisa digunakan untuk aplikasi beasiswa. Kalaupun disertakan, kamu masih harus mengikuti TOEFL iBT sebagai syarat utama. Namun, TOEFL ITP masih diperlukan sejumlah universitas dalam negeri buat kamu yang pengin lanjut ke jenjang master (S2) atau profesor (S3). Jadi tak ada salahnya meluangkan waktu buat mengikuti TOEFL ITP sebelum mendaftar, ya.

Mudah-mudahan setelah memahami tes TOEFL ITP dan tujuan pemakaiannya, kamu bisa ambil jenis TOEFL yang sesuai kebutuhan dan biaya!


Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


%d bloggers like this: